Koloborasi Musik dan Pariwisata, Strategi Promosi Efektif di Era Digital
Rudi P Magunsong SH
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU: Kolaborasi antara musik dan pariwisata menjadi strategi promosi yang efektif di era digital, untuk mendukung potensi pariwisata diKabupaten Berau.
Hal itu terdukung dengan latar pemandangan laut dan alam tropis Berau yang memukau dan festival musik dinilai mampu menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
”Melihat even tahun
Maratua Jazz sukses digelar pertengahan bulan lalu dan Maratua Musik Festival (M2F) 2025 digelar
selama lima hari, sejak 4 hingga 8 November 2025 lalu. Menurut kami memberikan
magnet positif dalam menyedot para wisatawan untuk datang berkunjuang ke
Berau,”ungkap Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong.
Lebih lanjut, Rudi
mengusulkan agar konsep festival musik serupa juga dapat digelar di wilayah
pesisir lainnya, seperti Biduk-Biduk atau Pulau Derawan, dengan tema dan genre
musik berbeda. “Kalau kemarin ada Maratua Jazz, nanti bisa Biduk-Biduk Music.
Setiap genre punya pasar sendiri, yang penting kemasannya menarik dan
berkelas,” katanya.
Untuk diketahui ribuan masyarakat lokal dan wisatawan tumpah ruah di Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Sabtu malam (8/11/2025), untuk menyaksikan penutupan Maratua Musik Festival (M2F) 2025.
Suasana meriah makin terasa dengan kehadiran artis ibu kota, Tri Suaka dan Nabila Maharani, yang sukses menghibur pengunjung di tengah semilir angin laut khas Maratua.
Tak hanya menghadirkan
musisi nasional, M2F juga menampilkan penampilan energik dari Yuhu Band,
Semestaku, serta DJ Redz One . Festival musik digelar oleh Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau selain konser musik, rangkaian acara M2F juga
dimeriahkan dengan bazar UMKM dari 13 kecamatan, fashion show, nunu daing(pesta
bakar ikan khas Berau), serta pertunjukan tradisional yang menggambarkan kekayaan budaya lokal.
(sep/FN/Advetorial)